Bahar D. Dirgantara
Haus telah. Mimpi sudah. Jelatang pun sudah kudepak hingga terjengkang tak berani kembali. Dahagaku untuk selalu menulis, tak bisa dihentikan hingga kering air di dalam tanah. Walau udara berhenti berhembus. Aku tetap menggoreskan pena. Menekan tuts-tuts keyboard tiada henti. Cukup aku katakan satu alinea ini. Aku ingin melahirkan, menzahirkan isi kepalaku dengan "Menulis 4....: Fiksi, Kreasi, Friksi dan Dimensi". Kini aku tidak bisa dihentikan. Aku ingin mengapung ke permukaan. Ingin berceloteh kembali dengan penuh kesadaran. Berikut sketsa awalannya:
Dia terbangun dari pembaringannya. Riyap-riyap rambutnya menutupi wajahnya, acak-acakan. Ia mencoba mengumpulkan kesadarannya, melihat sekeliling kamarnya, lalu pandangannya terpaku di antara segelas air putih dan foto kecil di meja. Matanya kelihatan kuyu.
“Huh!” desahnya saat menghembuskan nafas. Ia menyingkap selimutnya. Beranjak dari tempat tidur. Perlahan menuju ke jendela. Bergerak lambat ia membuka jendela, lamat-lamat sinar mentari mulai memasuki ruangan. Wajahnya tersapu angin pagi, rambutnya berkibar. Matanya terpejam, menikmati udara pagi, tapi tidak dengan hatinya.
Tiba-tiba.
“SHIT!” umpatnya. “Kenapa pikiran itu datang lagi? Ugh!”
Dia mengambil ponselnya. Melihat apakah ada kabar yang dia tunggu dari semalam. “Sampah semua! Dia belum bales BBM gue. Damn!”
“GILA apa lo?! Orang kek gitu masih elo pertahanin. Posesif akut dia, gede ambeg pula orangnya.” Teringat selalu kata sahabatnya itu di kepalanya. Dia hanya tersenyum saat teringat masa-masa kekangan itu. “Siapa dia?!” begitu pikirnya. “Kejar karir dulu mumpung masih muda,” nasihat mentornya.
Dengan tenang ia menikmati hidangan pedas di meja kerjanya. Sesekali melihat lampu kecil yang berkedip-kedip di telepon. “Nggak tau ini jam istirahat apa? Dasar bodoh.”
Hari ini ia harus merangkum data klien sebanyak 50 lembar, yang isinya nomor telepon semua. Menghubungi mereka satu per satu, sungguh menjemukan. “Halo, selamat siang. Saya….” Kalimat yang selalu ia ulang hingga terpatri di otaknya.
RAPUH. Gadis ini begitu terhimpit. Tiada satu pun orang yang mengerti dirinya, keinginannya. Saat malam sering dirinya termangu dengan temaram lampu kamarnya, terisak. Ia mendambakan hidup yang indah dan penuh kebahagiaan.
Profilnya terkadang membuat kita tertipu. “Elo, tuh ya jadi orang jail banget,” katanya kepada temannya. “Yeeee, apaan sih. Kek nggak ada kerjaan aja bikin gue mikir yang berat-berat gini.” Atau yang ini: “Gila! Sumpah, keren banget!” serunya dengan mata berbinar-binar.
Dan dengan cepat suasana hatinya berubah kala: “Percuma elo pake topeng. Lo nggak bisa boong sama gue.” Mendengar ucapan sahabatnya itu, seketika pula tangisnya makin menjadi.
PERUBAHAN sering membuat orang mendeskripsikan ulang mengenai hidup yang ideal dalam pikirannya. Kejadian membuat kita sering berubah pikiran, menata dan menyusun ulang apa yang seharusnya menjadi tujuan hidup.
“Aku kini fokus kepada keluargaku: Ibuku, adik-adikku. Lebih baik aku nggak kuliah daripada adikku nggak kuliah,” ceritanya suatu kali.
Saat sahabatnya berkumpul, ia orang yang hampir selalu tidak bisa hadir. “Kalo aku bolos, aku dan keluargaku bisa-bisa besok nggak makan,” ungkapnya.
Kampanye Donasi Buku
KAMPANYE DONASI BUKU
Kampanye donasi berupa buku-buku dari khalayak yang dapat diakses secara gratis di perpustakaan kami di Depok.
Kampanye ini dilangsungkan sejak 2010.
Bagi sobat/rekan yang berminat kami mengundang kalian semua untuk mendonasikan buku-bukunya.
Buku dapat dikirim lewat pos ke:
CAKRAWALA PUSTAKA
d/a WAWAS Pustaka
Cimanggis Indah Blok N/No. 5 Depok 16415
Info: (021) 9455.1578
Untuk informasi selanjutnya dapat mengontak kami.
Sebagian buku-buku yang didonasikan bakal diperuntukkan bagi perpustakaan-perpustakaan yang membutuhkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
Admin,
Bahar D. Dirgantara
bahar_dirgantara@yahoo.com
*Fasilitas baca di tempat merupakan sebuah cara yang efektif dalam sebuah perpustakaan.
List KAMPANYE DONASI BUKU (update, 31 Agustus 2011):
1. Firmanto Hanggoro, Bekasi (Mei 2010, 117 buku)
2. Jelita, Bandung (Juni 2010, 50 buku)
3. Windy Angela, Yogyakarta (8 Juni 2010, 7 buku)
4. Bhakti Hariani, Depok (12 Juni 2010, 13 buku & 3 majalah)
5. Novita (Olieph) dkk, Jakarta (6 Juni 2010, 13 buku & 23 majalah)
6. Brada Harmawansyah, Depok (9 Juni 2010, 47 buku)
7. NN, Depok (Juli 2010, 30 buku)
8.
9.
** Data buku yang disumbangkan merupakan jumlah kotor (termasuk buku yang rusak dan hilang halamannya).
Kampanye donasi berupa buku-buku dari khalayak yang dapat diakses secara gratis di perpustakaan kami di Depok.
Kampanye ini dilangsungkan sejak 2010.
Bagi sobat/rekan yang berminat kami mengundang kalian semua untuk mendonasikan buku-bukunya.
Buku dapat dikirim lewat pos ke:
CAKRAWALA PUSTAKA
d/a WAWAS Pustaka
Cimanggis Indah Blok N/No. 5 Depok 16415
Info: (021) 9455.1578
Untuk informasi selanjutnya dapat mengontak kami.
Sebagian buku-buku yang didonasikan bakal diperuntukkan bagi perpustakaan-perpustakaan yang membutuhkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
Admin,
Bahar D. Dirgantara
bahar_dirgantara@yahoo.com
*Fasilitas baca di tempat merupakan sebuah cara yang efektif dalam sebuah perpustakaan.
List KAMPANYE DONASI BUKU (update, 31 Agustus 2011):
1. Firmanto Hanggoro, Bekasi (Mei 2010, 117 buku)
2. Jelita, Bandung (Juni 2010, 50 buku)
3. Windy Angela, Yogyakarta (8 Juni 2010, 7 buku)
4. Bhakti Hariani, Depok (12 Juni 2010, 13 buku & 3 majalah)
5. Novita (Olieph) dkk, Jakarta (6 Juni 2010, 13 buku & 23 majalah)
6. Brada Harmawansyah, Depok (9 Juni 2010, 47 buku)
7. NN, Depok (Juli 2010, 30 buku)
8.
9.
** Data buku yang disumbangkan merupakan jumlah kotor (termasuk buku yang rusak dan hilang halamannya).
0 komentar:
Poskan Komentar