Kampanye Donasi Buku

KAMPANYE DONASI BUKU

Kampanye donasi berupa buku-buku dari khalayak yang dapat diakses secara gratis di perpustakaan kami di Depok.

Kampanye ini dilangsungkan sejak 2010.

Bagi sobat/rekan yang berminat kami mengundang kalian semua untuk mendonasikan buku-bukunya.

Buku dapat dikirim lewat pos ke:
CAKRAWALA PUSTAKA
d/a WAWAS Pustaka
Cimanggis Indah Blok N/No. 5 Depok 16415
Info: (021) 9455.1578

Untuk informasi selanjutnya dapat mengontak kami.

Sebagian buku-buku yang didonasikan bakal diperuntukkan bagi perpustakaan-perpustakaan yang membutuhkan.

Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.


Admin,
Bahar D. Dirgantara
bahar_dirgantara@yahoo.com


*Fasilitas baca di tempat merupakan sebuah cara yang efektif dalam sebuah perpustakaan.

List KAMPANYE DONASI BUKU (update, 31 Agustus 2011):
1. Firmanto Hanggoro, Bekasi (Mei 2010, 117 buku)
2. Jelita, Bandung (Juni 2010, 50 buku)
3. Windy Angela, Yogyakarta (8 Juni 2010, 7 buku)
4. Bhakti Hariani, Depok (12 Juni 2010, 13 buku & 3 majalah)
5. Novita (Olieph) dkk, Jakarta (6 Juni 2010, 13 buku & 23 majalah)
6. Brada Harmawansyah, Depok (9 Juni 2010, 47 buku)
7. NN, Depok (Juli 2010, 30 buku)
8.
9.


** Data buku yang disumbangkan merupakan jumlah kotor (termasuk buku yang rusak dan hilang halamannya).

Senin, 15 Februari 2010

Manusia

Bahar D. Dirgantara

Hanya satu kata dalam setiap diri manusia. Ruh. Tanpa ruh maka manusia hanya seonggok daging yang diperkokoh tulang. Dengan ruh manusia bisa merasakan sakit dan gembira. Dengan ruh pula manusia dapat merasakan jatuh cinta, karena di dalam ruh ada perasaan. Dengan perasaan, manusia mampu mencapai keinginan yang sekadar mimpi menjadi kenyataan.

Perasaan tersembunyi di hati yang tidak dapat kita lihat, karena ia ada di dalam ruh yang juga tidak nampak. Manusia yang kehilangan hati akan mengobarkan perang, menghunuskan pedang dan membantai kehidupan.

Manusia tercipta hanya dua jenis. Pria dan Wanita. Disebut Pria karena ia telah mengenal sosok Wanita. Wanita disebut begitu sebab ia tak bisa hidup tanpa Pria. Terkadang kedua jenis manusia ini ada yang memilih untuk tidak hidup berdampingan.

Kedua jenis manusia tersebut terkadang menjadi satu dalam jalinan kasih, tapi tak sedikit pula berpisah karena perbedaan prinsip dan keyakinan.

Ada pertanyaan dalam setiap hati Pria: Siapakah Wanitamu? Ada Pria yang menjawab, “Wanitaku adalah yang cantik dan selalu mengerti aku.” Namun ada juga yang mengatakan, “Wanitaku adalah istriku di Surga kelak.” Pun ada Pria yang bersuara, “Wanitaku adalah malaikat yang selalu ada dalam setiap suka dan dukaku.”

Dalam benak Wanita yang mendambakan Pria akan berpikir, “Priaku adalah pahlawanku.” Ada juga yang berkata, “Priaku adalah ia yang aku damba selalu di hatiku.” Pun ada yang mengatakan, “Priaku, ia mengajariku segla yang belum aku ketahui dalam hidupku. Ia pembimbingku.”

Pria dan Wanita tercipta dari sari pati tanah. Keduanya bakal kembali ke tanah. Pria yang hidup dengan logika dan Wanita dengan naluri adalah keserasian yang Tuhan ciptakan dan sebuah mahakarya sempurna dalam penciptaan makhluk hidup.

Terima kasih Tuhan, atas terciptanya kami, terlahirnya kami di Dunia dan di masa depan diberi kesempatan untuk kembali berjumpa denganMu kembali.

0 komentar: