Kampanye Donasi Buku

KAMPANYE DONASI BUKU

Kampanye donasi berupa buku-buku dari khalayak yang dapat diakses secara gratis di perpustakaan kami di Depok.

Kampanye ini dilangsungkan sejak 2010.

Bagi sobat/rekan yang berminat kami mengundang kalian semua untuk mendonasikan buku-bukunya.

Buku dapat dikirim lewat pos ke:
CAKRAWALA PUSTAKA
d/a WAWAS Pustaka
Cimanggis Indah Blok N/No. 5 Depok 16415
Info: (021) 9455.1578

Untuk informasi selanjutnya dapat mengontak kami.

Sebagian buku-buku yang didonasikan bakal diperuntukkan bagi perpustakaan-perpustakaan yang membutuhkan.

Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.


Admin,
Bahar D. Dirgantara
bahar_dirgantara@yahoo.com


*Fasilitas baca di tempat merupakan sebuah cara yang efektif dalam sebuah perpustakaan.

List KAMPANYE DONASI BUKU (update, 31 Agustus 2011):
1. Firmanto Hanggoro, Bekasi (Mei 2010, 117 buku)
2. Jelita, Bandung (Juni 2010, 50 buku)
3. Windy Angela, Yogyakarta (8 Juni 2010, 7 buku)
4. Bhakti Hariani, Depok (12 Juni 2010, 13 buku & 3 majalah)
5. Novita (Olieph) dkk, Jakarta (6 Juni 2010, 13 buku & 23 majalah)
6. Brada Harmawansyah, Depok (9 Juni 2010, 47 buku)
7. NN, Depok (Juli 2010, 30 buku)
8.
9.


** Data buku yang disumbangkan merupakan jumlah kotor (termasuk buku yang rusak dan hilang halamannya).

Selasa, 09 Juni 2009

PERGERI gelar seminar demensia

Bahar D. Dirgantara*


RS HERMINA, 27/5/2009—Perhimpunan Gerontologi Indonesia (PERGERI) cabang Kota Depok menggelar Seminar Demensia (Kepikunan) pada Lansia di RS Hermina, Kelurahan Depok, Pancoran Mas, kemarin.

Dalam seminar tersebut, Dr. Hardhi Pranata, Sp.S, MARS bahwa banyak orang mengatakan semakin tua orang semakin matanglah dia. “Tetapi sapai berapakah orang dikatakan matang, atau mungkin kelewat matang. Sebab sesuatu yang berlebihan tentu akan membawa dampak tertentu,” jelasnya.

Menurutnya, menua itu merupakan proses alami , namun laju dan dampaknya berbeda-beda antara individu satu dengan lainnya. “Salah satu yang sering dijumpai ialah menurunnya daya ingat tau kecerdasan, yang lebih dikenal dengan nama pikun atau demensia,” katanya.

Istilah pikun telah dikenal sejak lama dalam percakapan sehari-hari sering mucul ada istilah yang bersifat egatif atau ejekan. “Semoga dengan mengenal pikun kita tidak ikut-ikutan terjerumus ke dalam pikun, tetapi justru dapat menhindari atau mencegahnya,” tutur Hardhi.
Pikun ada dua. Pikun yang sulit untuk disembuhkan adalah alzeimer yang ditemukan oleh Dr. Alois Alzeimer tahun 1906 saat mengamati seorang pria 51 tahun yang makin lama daya ingatnya menurun hingga lupa segalanya.

Sedangkan pikun yang dapat diobati salah satunya tumor otak. Terutama di bagian depan atau sisi kiri otak. Keluhan utama adalah gangguan daya ingat dan kecerdasan. Bila tumor semakin luas, penderita tidak dapat mengerti pembicaraan maupun mengekspresikan isi pikirannya lewat kata-kata.

Untuk pemeriksaan demensia pada lansia, Dr. Diah Herawati, Sp.S menyebutkan memori atau pengetahuan dasar individu dapat terpelihara sepanjang usia. “Namun pemasukan informasi dapat menurun. Kemampuan memori pada usia 75 tahun menurun 25%,” terangnya.

Sedangkan pemeriksaan bahasa pada usia menua lebih baik kondisinya. “Tetapi faktor sensoris seperti pendengaran yang berkurang dapat menyebabkan gangguan kelancaran berbahasa,” paparnya.

Pemeriksaan atas pengidap demensia ini agar dilakukan persiapan terlebih dahulu. “Evaluasi kesiapan terhadap responden (pasien) terhadap pemeriksaan dengan memberi tahu tujuan dan jenis pemeriksaan. Hasil pemeriksaan dirahasiakan demi menjaga perasaan pasien selama pemeriksaan jika digunakan sebagai penelitian,” tutur Diah


* Wartawan, tinggal di Depok

0 komentar: