Kampanye Donasi Buku

KAMPANYE DONASI BUKU

Kampanye donasi berupa buku-buku dari khalayak yang dapat diakses secara gratis di perpustakaan kami di Depok.

Kampanye ini dilangsungkan sejak 2010.

Bagi sobat/rekan yang berminat kami mengundang kalian semua untuk mendonasikan buku-bukunya.

Buku dapat dikirim lewat pos ke:
CAKRAWALA PUSTAKA
d/a WAWAS Pustaka
Cimanggis Indah Blok N/No. 5 Depok 16415
Info: (021) 9455.1578

Untuk informasi selanjutnya dapat mengontak kami.

Sebagian buku-buku yang didonasikan bakal diperuntukkan bagi perpustakaan-perpustakaan yang membutuhkan.

Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.


Admin,
Bahar D. Dirgantara
bahar_dirgantara@yahoo.com


*Fasilitas baca di tempat merupakan sebuah cara yang efektif dalam sebuah perpustakaan.

List KAMPANYE DONASI BUKU (update, 31 Agustus 2011):
1. Firmanto Hanggoro, Bekasi (Mei 2010, 117 buku)
2. Jelita, Bandung (Juni 2010, 50 buku)
3. Windy Angela, Yogyakarta (8 Juni 2010, 7 buku)
4. Bhakti Hariani, Depok (12 Juni 2010, 13 buku & 3 majalah)
5. Novita (Olieph) dkk, Jakarta (6 Juni 2010, 13 buku & 23 majalah)
6. Brada Harmawansyah, Depok (9 Juni 2010, 47 buku)
7. NN, Depok (Juli 2010, 30 buku)
8.
9.


** Data buku yang disumbangkan merupakan jumlah kotor (termasuk buku yang rusak dan hilang halamannya).

Kamis, 12 Februari 2009

‘Anjing Kumuh’ yang Kaya Mendadak

Bahar D. Dirgantara*



Slumdog Milionaire baru saja meraih empat gelar di Gloden Globe, terutama Best Picture for Drama/Musical. Film ini mengisahkan tiga orang bocah Muslim di tengah konflik Hindu dan Muslim. Masa kanak-akan mereka sebagai latar dari kehidupan mereka sekarang.

Hidup di tengah lingkungan yang tak mengenal belas kasihan, apa pun dilakukan untuk bertahan hidup. Salim yang mengawali kehidupan keras ketika mereka bertiga masuk lingkaran sindikat pengemis India, hingga Salim remaja membunuh bos sindikat saat ia bertemu kembali dengannya (setelah ia dan Jamal kabur dari tempat penampungan) ketika memenuhi keinginan adiknya Jamal untuk mencari Latikha.

Jamal, lelaki polos yang menganggap hidup haruslah putih. Setelah melalui berbagai persoalan dari menjadi guide di Taj Mahal sekaligus juru foto,—sedang Salim menjadi penadah sepatu/sandal pengunjung Taj Mahal dan barang-barang curian—Jamal akhirnya menjadi peserta kuis berhadiah total 20 juta rupee setelah ia menjadi OB di manajemen kuis itu.

Untuk putaran pertama ia menang 10 juta rupee. Di sinilah pembukaan film. Ia diinterogasi polisi karena dituduh curang saat menjawab kuis. Ditangkap dengan cara diculik saat selesai dalam kuis putaran pertama. Dia diinterogasi dan disiksa pukulan dan setrum dengan menggantung tubuhnya dengan tangan terikat di atas. Padahal jawaban atas kuis yang dia ikuti berdasarkan kejadian-kejadian selama hidupnya, yang bagi sebagian orang sepele. Namun beruntung bagi Jamal, ia mampu mengingat semua peristiwa itu di saat yang tepat.

Film ini seperti coba mengambarkan bahwa dunia ini begitu complicated. Danny Boyle sebagai sutradara secara cerdas memilih India sebagai gambaran dunia yang pas. India sebagai salah satu negara terus berkembang, tapi juga sekaligus memiliki masyarakat yang kumuh (slum). Televisi yang menjual mimpi melalui kuisnya digemari massa. Namun ada juga kisah budi pekerti manusia yang pantang menyerah untuk selalu hidup lurus dan akhirnya menuai hasil.

Empat gelar sepertinya tidak cukup film ini, lima bila ditambah dengan penghargaan People’s Choice di Toronto International Film Festival. Catatan tersendiri bagi film India yang khas dengan tarian dan tabuhan gendang sepertinya tidak hilang di film ini. Tarian yang muncul di akhir film sebagai closing nampaknya menunjukkan ruh sinema Bollywood walaupun major label-nya Hollywood.


* Penulis adalah penikmat film alternatif dan festival, juga anggota Forum Kajian Radio Televisi dan Film, tinggal di Depok.

1 komentar:

Izar Baik mengatakan...

Pendidikan bermutu tak harus mahal. pun sebaliknya, pendidikan yg murah tak berarti baik pula.
Pendidikan bermutu harus dikejar dan diperjuangkan, bukan dimudahkan (gratis).

inspiratif tuh film dan layak jadi pemenang. cool...

*izar*