Kampanye Donasi Buku

KAMPANYE DONASI BUKU

Kampanye donasi berupa buku-buku dari khalayak yang dapat diakses secara gratis di perpustakaan kami di Depok.

Kampanye ini dilangsungkan sejak 2010.

Bagi sobat/rekan yang berminat kami mengundang kalian semua untuk mendonasikan buku-bukunya.

Buku dapat dikirim lewat pos ke:
CAKRAWALA PUSTAKA
d/a WAWAS Pustaka
Cimanggis Indah Blok N/No. 5 Depok 16415
Info: (021) 9455.1578

Untuk informasi selanjutnya dapat mengontak kami.

Sebagian buku-buku yang didonasikan bakal diperuntukkan bagi perpustakaan-perpustakaan yang membutuhkan.

Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.


Admin,
Bahar D. Dirgantara
bahar_dirgantara@yahoo.com


*Fasilitas baca di tempat merupakan sebuah cara yang efektif dalam sebuah perpustakaan.

List KAMPANYE DONASI BUKU (update, 31 Agustus 2011):
1. Firmanto Hanggoro, Bekasi (Mei 2010, 117 buku)
2. Jelita, Bandung (Juni 2010, 50 buku)
3. Windy Angela, Yogyakarta (8 Juni 2010, 7 buku)
4. Bhakti Hariani, Depok (12 Juni 2010, 13 buku & 3 majalah)
5. Novita (Olieph) dkk, Jakarta (6 Juni 2010, 13 buku & 23 majalah)
6. Brada Harmawansyah, Depok (9 Juni 2010, 47 buku)
7. NN, Depok (Juli 2010, 30 buku)
8.
9.


** Data buku yang disumbangkan merupakan jumlah kotor (termasuk buku yang rusak dan hilang halamannya).

Sabtu, 01 Maret 2008

Jagad Nurani Melepas*

© b!, 2008
Cakrawala Pustaka



Huruf D
Melangit tanpa tepi
Siang malam merajuk meluka
Dukanya tiada bertepi
Ranting-ranting patah tersambar

Jatuh, jatuh, jatuhlah semua

Yang di atas pasti ke bawah

Bangkitlah

Yang tertidur pasti bakal tegak berdiri

Nuraninya tercabik-cabik
Darah (mem)beku
Hangat surya pun tak mampu
Perihmu meradang

Ia menunggu, menemukan
Akar yang mau menopang

Luka tak ingin berulang
Demi surga dengan nikmat tak berujung



Satu
Kaki-kaki berderap
Langkah-langkahnya penuh keyakinan
Nyiur melambai-lambai
Sejuk, meradang, jiwa

Tukang kayu bertalu-talu
Pohon, bunga berkembang tak ingin melayu
Seikat kuntum berhias rapi
Vas siap diisi

Titik-titik, tetes-tetesnya
Sudah coba melalu
Tunas mulai tumbuh
Menjadi baru, segar

Ia tegap, busungkan dada
Melangkah pasti



Dalam b!
Selaksa makna kabut menoreh
Tinta mengabur, melebur kertas
Guratan tangan mengikir batang pohon
Namanya terpahat

Badai tampak mencekam
Awan hitam di bawah awan putih, gelap... pekat

Menerkam, melaju, cepat, terhantam
Meledak!

Apakah, mereka bertanya saling
Entah
.......................................................

Dunia seakan berduka
Telah hilang satu nyawa
Dalam sebuah tabrak lari
Pelaku: pengkhianatNya




Cuma Omong Kosong
Tak takut, tapi terluka
Dasar tak berhati lelaki itu
Buat duka wajah nan elok
Goresan lukisan

Omong kosong ucapannya
Hah, hanya bujuk merayu, nol, ompong

Dukanya tak lekang, terngiang-ngiang
Pelaku: tersangka cinta?
Tak. Tak layak sebutan itu. Layak: terdakwa jiwa
Dosa yang sukar terusap, hanya

Hai, tersangka jiwa
Mohonlah, merataplah, bersimpuhlah
KepadaNya
Semoga dosa-dosamu diampuni wajah nan elok

Tak takut, tapi terluka
Dasar tak berhati lelaki itu
Buat duka wajah nan elok
Goresan lukisan



Pelangi
Warna-warni
Gerimis reda
Kilat lenyap
Angin menyayat, beku

Indah
Hitam di raya jalan berpijak
Elok di atas
Bercacing hati manusia yang tak...

Kucing pulas
Burung hantu bekerjap-kerjap
...............................

Sepi (dalam) sekejap sekedip mata
Kok?
Hilang
Lenyap
Kosong

Warna-warni
Sayang
Tak ada yang menikmatimu



Jalang
Matanya nyalang, hatinya kesal, merangkak
Tergenggam pisau di tangan

Perempuan di perempatan
Menatap

Pisau terhunus, telah

Pucat perempuan

Sunyi sekitar

Perempuan, satu pilihan

Pisau dimain-mainkan, menggoda
Diasah-asah di telapak tangan

Lintang pukang perempuan
Satu-satunya jalan keluar
Tak berharapan

Mengejar

Berteriak

Langkah-langkah (suara) mereka (berdua) membelah malam

Korban telah jatuh:
Perkosaan diakhiri pembunuhan
Dimuat: Koran Pagi, Depok, 27 Maret 2001




* Kumpulan puisi ini semula diberi judul Lagu-lagu di Bulan
** Masih sedang dalam tahap penulisan

0 komentar: